Wednesday, November 27, 2013

MANUSIA DAN KEINDAHAN

Manusia senang melihat segala sesuatu yang indah. Dalam sebuah penelitian psikologis, keindahan yang tentunya berhubungan dengan hal-hal positif dapat meningkatkan serotonin, atau zat kimia dalam otak yang kemudian akan membuat individu tersebut menjadi ceria dalam satu hari tersebut. Sedangkan hal yang tidak indah dipandang seperti keburukan suatu benda atau kondisi bisa menurunkan kadar serotonin dan membuat individu tersebut menjadi pribadi yang lesu sepanjang hari.
Keindahan sesuatu bisa kita kaitkan dengan rasa syukur kita kepada Tuhan, karena kita percaya bahwa segala sesuatunya itu adalah pemberian dan anugerah dari Tuhan. Manusia diperintahkan untuk melestarikan keindahan itu sejak zaman Adam dan Hawa masih di taman Eden.

Keindahan
Kata keindahan berasal dari suku kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indah, pemandangan alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, tanaman, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengankebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.

Keindahan menurut penglihatan manusia
Keindahan tidak hanya bisa disangkutpautkan dengan pemandangan atau benda. Keindahan juga bisa dihubungkan dengan kondisi. Seperti dimana saat kita sedang berada didalam suatu kondisi yang harmonis dan penuh canda tawa, kita bisa melihat bahwa interaksi kita dengan orang-orang disekitar kita tersebut merupakan suatu keindahan yang sangat enak untuk dinikmati. Keindahan ciptaan Tuhan juga bisa kita dapatkan dari fisik seseorang. Seperti ketika para pria melihat wanita berparas cantik, bertubuh seksi dan secara fisik lainnya ia sempurna, para pria akan melihat itu sebagai suatu keindahan yang “memanjakan” mata mereka. Begitu juga dengan para wanita ketika melihat pria lain dengan fisik sempurna, kita juga akan melihat itu sebagai suatu keindahan.

Keindahan dengan akal budi
Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.
Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.
Selain itu manusia memang secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan estetika ini.


Demikian pandangan saya mengenai manusia dan keindahan.

No comments:

Post a Comment