Manusia
senang melihat segala sesuatu yang indah. Dalam sebuah penelitian psikologis, keindahan
yang tentunya berhubungan dengan hal-hal positif dapat meningkatkan serotonin,
atau zat kimia dalam otak yang kemudian akan membuat individu tersebut menjadi
ceria dalam satu hari tersebut. Sedangkan hal yang tidak indah dipandang
seperti keburukan suatu benda atau kondisi bisa menurunkan kadar serotonin dan
membuat individu tersebut menjadi pribadi yang lesu sepanjang hari.
Keindahan sesuatu
bisa kita kaitkan dengan rasa syukur kita kepada Tuhan, karena kita percaya
bahwa segala sesuatunya itu adalah pemberian dan anugerah dari Tuhan. Manusia
diperintahkan untuk melestarikan keindahan itu sejak zaman Adam dan Hawa masih
di taman Eden.
Keindahan
Kata keindahan berasal dari suku kata indah, artinya bagus, permai, cantik,
elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil
seni, (meskipun tidak semua hasil seni indah, pemandangan alam (pantai,
pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir,
hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, tanaman, perabot rumah tangga dan
sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik
dengankebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan)
dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”,
Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu berasal dari- bahasa
Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian
mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan
sehingga ditulis “bellum”.
Keindahan menurut penglihatan
manusia
Keindahan tidak
hanya bisa disangkutpautkan dengan pemandangan atau benda. Keindahan juga bisa
dihubungkan dengan kondisi. Seperti dimana saat kita sedang berada didalam
suatu kondisi yang harmonis dan penuh canda tawa, kita bisa melihat bahwa
interaksi kita dengan orang-orang disekitar kita tersebut merupakan suatu
keindahan yang sangat enak untuk dinikmati. Keindahan ciptaan Tuhan juga bisa
kita dapatkan dari fisik seseorang. Seperti ketika para pria melihat wanita
berparas cantik, bertubuh seksi dan secara fisik lainnya ia sempurna, para pria
akan melihat itu sebagai suatu keindahan yang “memanjakan” mata mereka. Begitu
juga dengan para wanita ketika melihat pria lain dengan fisik sempurna, kita
juga akan melihat itu sebagai suatu keindahan.
Keindahan dengan akal budi
Akal dan budi merupakan
kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia
memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan
“kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang
berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi,
sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri.
Sesuai dengan sifat kehidupan
yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun
bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya,
satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang
memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau
memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang
“indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia;
karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana
. keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu.
Dengan adanya
keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong
hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar
bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada
kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat
merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas
esthetis.
Selain itu manusia memang
secara hakikat membutuhkan keindahan guna kesempurnaan pribadinya. Tanpa
estetika manusia tidak akan sempurna, Karena salah satu unsur dari kehidupan
adalah estetika. Sedang manusia adalah mahluk hidup, jadi dia sangat memerlukan
estetika ini.
Demikian pandangan
saya mengenai manusia dan keindahan.